Pentingnya Nutrisi Tepat Untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan

Inget banget waktu hamil Faqih kemarin. Aku diwanti wanti temanku yang kebetulan juga pasien Diabetes type 2.  ” Fik, jangan lupa check kandungan ke Fetomarternal, supaya bisa tahu keadaan Janin”

Temanku Itu mengingatkan begitu karena ia sendiri ibu dengan penyakit DM. Dan anaknya mengalami Kelainan Jantung Bawaan. Sayangnya dulu ia belum mengerti. Kurangnya edukasi dan tidak kontrol gula darah menyebabkan anaknya terlahir dengan Kelainan Jantung Bawaan.

Makanya begitu aku hamil 5 minggu. Kami langsung kontrol ke dokter specialis kandungan sekaligus minta rujukan ke Fetomarternal. Alhamdulillah hasil check di minggu ke 14 dan minggu ke 28 hasilnya bagus dan semuanya normal. Alhamdulillah Faqih juga terlahir dengan sehat dan tak kurang suatu apapun.

Emang apa hubungannya antara Diabetes dengan Kelainan Jantung Bawaan? Nah ini yang mau aku ceritakan sekarang.

Bicara Gizi Peringatan Hari Jantung Sedunia

Beberapa hari lalu aku mengikuti webinar yang diadakan oleh Danone Nutricia, perusahaan yang memang berfokus ke produk makanan dan minuman nutrisi si kecil. Dengan jargonnya one planet one health selalu konsisten mengadakan acara yang memberikan edukasi.

Termasuk saat Itu Bicara Gizi yang diadakan secara daring melalui zoominar. Yang hadir adalah para ibu dari berbagai komunitas, diantaranya ibu dengan anak yang memiliki KJB ( Kelainan Jantung Bawaan).

Seperti yang Kita tahu, jantung adalah organ tubuh yang memiliki peranan yang sangat besar karena terkait dengan kinerja organ lainnya. Bila mengalami ganguan tentu Akan terganggu pula yang lainnya.

Acara Bicara Gizi ini dihadiri oleh Dokter Specialist anak dan konsultan kardiologi. dr. Rahmat Budi Kuswiyanto, SP. A (K), M. Kes.  Serta Dokter specialis anak konsultan Nutrisi dan penyakit metabolic Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp.A(K).

Hubungan antara ibu dengan diabetes dan anak dengan KJB nanti Akan dibahas sepintas oleh dr Budi. Cus Simak

Apa Itu Kelainan Jantung Bawaan?

KJB merupakan singkatan dari Kelainan Jantung Bawaan. Yakni Kelainan Jantung yang terjadi sejak jantung dalam perkembangannya. Belum ditemukan penyebab utama penyakit ini. Namun sejumlah faktor baik genetic dan lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan jantung Janin di dalam kandungan.

Faktor pencetus KJB dapat dibagi dalam 3 kategori yakni lingkungan (Radiasi Zat Kimia), Ibu dengan penyakit tertentu seperti diabetes dan hipertensi. Virus seperti rubella dll. Sayangnya di Indonesia sejak 2015 sekitar 50.000 anak terdiagnosis mengalami Kelainan Jantung Bawaan.

Sehingga setidaknya ada 8-10 bayi yang lahir berpotensi mengalami KJB. Bahkan 30 persen diantaranya tidak terdeteksi saat lahir.

Persia seperti yang diceritakan oleh Mbak Yuli salah satu anggota komunitas Kelainan Jantung Bawaan ” Pada saat lahir, anak saya menyusu terputus-putus, nafas cepat, detak jantung cepat, dan berat badannya sulit naik. Dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan, anak saya didiagnosis memiliki kelainan jantung bawaan dan harus menjalani operasi. Menyadari kondisi anak yang memerlukan perhatian ekstra, saya rajin berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung anak dan dokter gizi untuk mengejar tumbuh kembang anak. Salah satu yang ditekankan oleh dokter adalah memastikan kebutuhan nutrisi anak tercukupi.”

Mengingat anak anak dengan kelainan jantung bawaan sangat beresiko mengalami ketidakseimbangan energi dan asupan nutrisi sehingga bisa terkena malnutrisi, gizi buruk bahkan stunting.  Sebagai orang tua. Om-tante, nenek-kakek, uwak, tetangga, calon ortu apapun posisi kita di masyarakat.  Setidaknya kita memiliki pemahaman sedikit mengenai mengapa anak anak kita beresiko memiliki kelainan ini. Dan bagaimana penanganannya.

Berdasarkan paparan materi dari Dr. Rahmat Budi setidaknya terdapat 34 Jenis Kelainan Jantung Bawaan yang sudah terindentifikasi berdasarkan letak dan tingkat keparahannya.  Namun yang paling menonjol adalah jenis KJB berdasarkan ciri yang terlihat. Yakni KJB  Asianotik ( Tidak terlihat biru, dan biasanya berdampak pada berat badan saja, tidak dengan tinggi badan) dan KJB Sianotik ( Berdampak pada berat dan tinggi badan, penderita mengalami kekurangan oksigen pada darah sehingga terlihat biru pada bibir, kuku dan kulit).

Penderita KJB hampir semuanya mengalami Malnutrisi.  ” Belum pernah menemukan pasien KJB dengan berat badan obesitas”.  Oleh karena itu, bila penanganannya tidak benar.  Anak anak dengan KJB beresiko mengalami gangguan tumbuh kembang.

Tantangan Tumbuh Kembang Pada Anak KJB

Sama seperti anak anak lainnya. Sangat Penting sekali mengukur dengan benar pertumbuhan dan perkembangan anak.  Faktor pertumbuhan terkait berat badan dan tinggi badan menjadi fokus utama disamping mengejar step by step perkembangan kemampuan kognitif dan motorik anak. Hal ini terkait gangguan makan yang kerap kali mengganggu anak dengan KJB.

Karena itu anak anak KJB cenderung jadi lebih kurus dari pada anak seusianya, Dan terancam gizi buruk serta stunting pada anak anak dengan KJB Sianotik Berat.

Malnutrisi pada KJB

Anak dengan KJB dapat mengalami malnutrisi yang disebabkan berbagai sebab, diantaranya :

A. asupan kalori tidak cukup

Hal ini terjadi saat anal kelelahan menyusu/ makan. Karena itu screening awal pada bayi yg mengalami KJB adalah kebiasaan menyusu yang tersendat sendat.

B. Peningkatan Kebutuhan Energi

Bayi dengan VSD membutuhkan energi 2.5 Kali lebih banyak saat beraktivitas. Padahal Makanan yang masuk sedikit. Sehingga berat badan bayi jauh dari normal.

C. Infeksi Saluran Napas Berulang

D. Kekurangan Oksigen

E. Gangguan penyerapan (Karena aliran darah usually berkurang) walaupun statement ini masih tergolong kontroversi

Malnutrisi pada anak KJB tidak dapat dianggap remeh. Selain menyebabkan dampak jangka pendek, seperti imunitas yang menurun. Penyembuhan Luka lebih lama, bahkan Luka tidak menutup dengan baik. Serta dapat memperpanjang rawat di RS. Malnutrisi juga menyebabkan gangguan perkembangan kognitif permanen.

Peran Nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan

Nutrisi 1000 hari pertama kehidupan Organ organ pada janin dipercaya dibentuk sejak minggu minggu pertama. Karena itu Gizi seimbang dan asupan Makanan yang sehat pada Ibu Hamil, dipercaya dapat mengoptimalkan pembentukan organ organ dalam pada janin. Sehingga bila gizi dan nutrisi terpenuhi, Bayi yang terlahir cenderung sempurna kesehatannya. Bisa dilihat dari berat dan panjang bayi lahir sesuai standar.

Selain itu screening melalui USG pada ibu hamil dapat mendeteksi apakah ada kelainan detak jantung pada janin. Bila diketahui lebih awal, penanganan yang tepat tentu saja lebih bermanfaat.

Pemberian nutrisi yang seimbang di 2 tahun pertama kehidupan adalah kunci menangani dampak malnutrisi pada anak KJB. Makanan yang harus diberikan pada anak KJB sama seperti anak anak normal, hanya saja harus dipilih makanan yang tinggi kalori. Yang bisa dilakukan oleh orang tua antara lain.

1. Memberikan camilan (snack) yang mengandung Karbohidrat, protein, lemak).

Orang tua sering kali salah kaprah. Anak anak KJB tidak boleh hanya diberikan makanan berupa Karbohidrat saja, atau buah saja). Camilan yang cocok untuk anak KJB contohnya martabak manis, puding susu, cake, kue dadar. Dll

2. Tawarkan Makanan Utama Dan camilan lebih sering. Karena permasalahan pernapasan, anak anak KJB seringkali tidak bisa langsung makan sekali banyak. Agar nutrisinya tetap terpenuhi, tidak masalah makan sedikit demi sedikit asalkan sering.

3. Makanan tinggi kalori, karena kebutuhan kalorinya lebih dari anak anak normal. Agar status gizinya terpenuhi. Anak anak KJB perlu diberikan Makanan tinggi kalori. Contoh opor ayam.

4. Bila dibutuhkan bisa diberikan Formula Medis Khusus untuk anak KJB.

Nah Mom mengingat 80 persen perkembangan otak anak juga terjadi pada Masa 1000 Hari pertama kehidupan. Pantauan nutrisi di masa ini menjadi sangat Penting. Kuncinya adalah anak KJB harus tercukupi status gizinya. Agar mereka dapat jug’s mempersiapkan diri untuk proses operasi atau tindakan medis.

Ibu Dengan Diabetes Beresiko Melahirkan anak dengan Kelainan Jantung Bawaan

Tambahan untuk ibu dengan diabetes yang sedang hamil. Please selalu kontrol gula darah di batas normal. Bila memang memerlukan insulin untuk membantu jaga kondisi gula darahnya silahkan konsultasi dengan dokter penyakit dalam.

Pola makan yang paling cocok saat hamil untuk ibu dengan diabetes adalah pola makan Gizi seimbang 3 J. Patuhi jenis, jadwal dan jumlah makannya. Karbo tidak harus dihilangkan sama sekali. Namun tetap dipantau yang perlu dikonsumsi.

Insyaallah dengan kontrol gula darah normal. Perkembangan Janin bagus sekaligus tidak malnutrisi. Semoga kehamilannya lancar dan melahirkan anak yang sehat dan normal.

Tak lupa semoga di kemudian hari. Kasus KJB di Indonesia tidak bertambah banyak ya Mom malah semakin berkurang.

Mom untuk info lebih jelas lagi, baiknya follow akun Instagram Dan Facebook Nutrisi untuk Bangsa ya. Ada banyak kegiatan yang dapat menambah wawasan Kita sebagai orang tua. Sampai ketemu lagi Mom di postingan postinganku berikutnya. Terima kasih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 Comments

  1. Noted, anak dengan KJB harus tercukupi nutrisinya karena mereka juga mesti mempersiapkan diri untuk tindakan medis.
    Semoga kasus KJB di Indonesia tidak bertambah banyak nantinya ya Mba Fika
    Terima kasih sharing-nya

  2. Sama kayak aku mba ketika hamil sudah siap, anakku akan mengidap alergi. Karena aku dan suami punya bawaan alergi, tapi karena kita sudah siap jadi tahu cara mengontrolnya. Semoga anak kita sehat sehat Aamiin

  3. Ya Allah, KJB bahkan tidak terdeteksi saat lahir. Orang Tua yang punya newborn baby perlu memantau tumbuh kembang anak supaya kalau Ada kelainan seperti KJB segera ditangani

  4. Wah bagus bgt pemaparannya, komplit. Karna terinspirasi dr pengalamin pribadi jd asyik baca nya, ky lg dengerin ummanyafaqih bercerita. Nambah ilmu lg nih cara penangan yg tepat pd ibu hamil penderita diabetes. Agar ibu dan bayi sehat sllu smp launching. Tq sharingnya ..

Leave a Reply

Your email address will not be published.