Mindfull Parenting efektif menerapkan pola makan sehat untuk anak.

Susah loh ngajarin anak nggak suka manis. Komentar salah satu mom di instagramku.

Hmmm apa betul? Bisa jadi betul sih. Tapi bisa juga salah. Artinya semua kemungkinan bisa terjadi. Betul kan?

Yup kebanyakan anak kecil memang menyukai rasa yang manis. Namun ini biasanya karena dikenalkan oleh orang tua. Harusnya tidak perlu khawatir anak anak menyukai makanan yang manis. Yang harus dikhawatirkan apabila berlebihan.

Kebiasaan keluarga kami, jalan pagi tiap hari

Kebetulan banget 2 hari yang lalu aku menonton webinar mengenali ” Membangun kesadaran Gizi keluarga melalui mindful parenting” yang diadakan oleh Sahabat Yaici.

Pas banget loh webinar kemarin Itu menjawab kegalauan hatiku. Apa betul anak anak susah diajari untuk tidak terlalu suka yang manis manis?

Acara ini seperti biasa di moderatori oleh kang Maman seorang penulis yang juga pernah menjadi reporter sekaligus pemimpin redaksi. Udah pasti kenal kan ya?

Untuk narasumbernya sendiri bener bener paket lengkap, ada Bapak Arif Hidayat, SE, MM sebagai ketua harian YAICI.

Ada ibu Melly Amaya founder komunitas menata keluarga.

Ada Pak dr. Ali Alhadar dokter specialis anak serta ibu rahayu saraswati public figure.

Kental Manis Bukan Susu

Pak Arif Hidayat seperti biasa memberikan pemaparan mengapa YAICI konsen sekali terhadap permasalahan kental manis ini.

Karena berdasarkan temuan YAICI sendiri melalui riset riset mereka. Memang masih banyak sekali kaum ibu dan orang tua yang abai terhadap fungsi asli si kental manis ini.

Bapak Arif Hidayat Ketua Harian YAICI

Harusnya hanya sebagai topping makanan. Bukan dijadikan minuman. Apalagi di klaim sebagai susu. FYI kental manis sangat sedikit mengandung susu. Lebih tepat bila disebut dengan sirup gula dengan rasa susu. Karena kandungan gulanya lebih banyak daripada susunya.

Apa sih efek dari kelebihan gula pada anak anak? Tentu banyak sekali. Selain obesitas, carries pada gigi, juga akan menyebabkan kecenderungan suka makanan manis yang akan berlanjut hingga dewasa dan bisa menyebabkan masalah serius. Salah satunya penyakit degenerative bernama diabetes.

Belum lagi Gizi buruk dan stunting yang mengancam anak anak kita. Karena gizinya tidak terpenuhi. Sebab komposisi makanan dan zat gizi yang tidak imbang. Untuk itulah perlunya Membangun kesadaran Gizi keluarga melalui mindfull parenting.

Sebelum ke mindfull parenting, ada penjelasan dulu tentang 1000 HPK dari dokter spesialis anak.

Sangat Penting Untuk Penuhi nutrisi di 1000 HPK

Kenapa kental manis tidak cocok untuk balita. Seperti yang dipaparkan oleh dr. Ali Alhadar, Sp.A.(K) 1000 hari pertama kehidupan merupakan tahapan yang amat sangat penting.

Karena itu nutrisi di masa 9 bulan janin dalam kandungan, kemudian 2 tahun usianya harus benar benar diperhatikan.

dr Ali Alhadar Sp.A(K)

1000 HPK ini menjadi penentu tumbuh kembangnya ke depan. Terutama pemberian ASI dan MPASI nya.

Sebab itulah makanan yang mengandung gula dan garam tinggi seperti kental manis tidak cocok diberikan ke anak balita.

Apalagi rasa manis yang berlebihan pada kental manis membuat anak merasa lebih cepat kenyang, jadi sulit untuk makan yang lain. Padahal zat gizi dalam kental manis sangat kurang. Terutama proporsi protein yang sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak.

Efek dari gula yang berlebih bisa menyebabkan obesitas, penyakit pradiabetes pada anak dan bisa juga menyebabkan stunting. Padahal sebentar lagi Indonesia akan mendapatkan bonus demografi.

Apa yang bisa diharapkan kalau anak anak Indonesia tidak tumbuh kembang dengan baik. Banyak terjadi stunting padahal nanti di bonus demografi merekalah usia usia produktif.

Apalagi stunting bukan sekedar masalah perawakan tapi juga masalah malnutrisi karena kurang gizi yang akan mempengaruhi kecerdasan anak.

Wah nggak kebayang kan sobat? Gimana kalau sebagai orang tua kita abai akan kesehatan anak kita 😭. Bahaya stunting bakal mengancam hadir nih.

Untuk itulah perlu banget pola asuh yang tepat agar anak anak tumbuh menjadi generasi unggul. Terutama pola asuh yang juga berpengaruh ke pola makan anak seperti mindfull parenting.

Mindfull Parenting, Pola Asuh dengan penuh kesadaran.

Ibu Melly Amaya Kiong sebagai founder Komunitas menata keluarga menjelaskan konsep mindfull parenting ini. Yg mengutamakan kesadaran orang tua dalam mengasuh anak.

Mindfull parenting itu sendiri adalah pola asuh keluarga dengan kesadaran penuh dalam memberikan perhatian dan tidak memberikan penilaian negatif terhadap pengalaman anak.

Menurut ibu Melly, metode mindfull parenting ini dapat menghindarkan orang tua dari stress yang diakibatkan pengasuhan biasa.karena dapat menghargai pendapat dan tindakan anak, sehingga dapat melaksanakan peran orang tua dan terjalin hubungan yang manis antara keduanya”.

Ibu Melly Amaya

Nah ternyata metode ini pun berhasil untuk menerapkan pola makan sehat sejak dini ke anak anak kita.

Contoh mindfull parenting saat anak menginginkan es krim ibu bisa memberikan pengertian bahwa ” ibu bisa loh memberi kamu es krim, karena kamu sedang tidak batuk, atau maaf tidak bisa diberi es krim dulu karena kamu sedang batuk” nah komunikasi seperti itu bisa diulang ulang terus sehingga anak akan paham ada hubungan sebab akibat. Ada aturan karena ada yang tidak boleh dilanggar. Cara cara yang seperti ini lah cara yang tidak menghakimi. Bisa kita terapkan di berbagai aspek kehidupan.

Oke Bu ibu sampai disini dulu tulisanku kali ini ya. Kata kuncinya adalah yuk kita bantu anak anak kita tumbuh sehat dan cerdas dengan menerapkan mindfull parenting. Tidak sembarangan memberikan makanan atau minuman yang tidak seharusnya untuk anak anak. Seperti kental manis yang harusnya cuma sebagai topping makanan bukan dijadikan minuman.

Supaya nanti di 2045 bonus demografi, anak anak kita bisa tumbuh jadi dewasa yang produktif dalam karya dan cita. Tidak sekedar jadi penonton saja. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.