Pentingnya Orang Tua Mengenali FGID vs Alergi Susu Sapi untuk mencegah malnutrisi pada 1000 HPK

Jam dinding menunjukkan pukul 01.56 dinihari saat bayi gemoy nan lucu itu bangun. Rupanya Faqih terbangun karena popoknya basah. Bukan basah karena pipis tapi karena pup yang cair.

Kala itu wajahnya tidak menunjukkan rasa sakit atau tidak nyaman. Namun setelah buang air besar yang setengah cair itu, Bayi yang baru berusia 3 bulan itu tidak mau tidur lagi.

Hanya diam dan merasa nyaman saat digendong. Dan akan menangis meraung raung bila dibaringkan di tempat tidur.

Fix ini mirip gejala kolik. Namun saat aku check kondisi perutnya tidak ada yang kembung. Apa jangan jangan anakku diare ya.

Alhasil di pagi harinya saat Faqih buang air besar lagi. Foto pupnya yang cair aku kirim ke dokter spesialis anak tempat faqih selama ini rutin check up dan konsultasi.

Dari komunikasi via WhatsApp, dsa nya menyarankan agar faqih diberi tetesan interlac, dan aku disarankan untuk tidak minum susu sapi dulu.

Waduh apakah anakku alergi susu sapi? Hmm🙄

Enak ya kalau ada alat untuk mengetes gejala alergi tummy seperti ini.

Untungnya kemarin sempat ikut Webinar Mengenali gangguan cerna fungsional dan gangguan cerna karena alergi bersama Danone. Alhamdulillah pemaparan Nara sumber yang ekspert di bidangnya bikin hati ummahnya Faqih ga galau lagi.

Kalian mau tahu juga kan Mom apa saja isi webinar nya? Yuk simak Mom.

Pentingnya mengenali dan memahami Bahaya FGID sebagai manifestasi dari alergi makanan pada si kecil untuk mencegah malnutrisi.

Mom masih inget nggak, ceritaku di atas. Nah yang bikin aku galau adalah sudah seminggu berat badan anakku tidak bertambah. Padahal biasanya seminggu Naik 200-300 gram loh.

Karena Itu lah aku khawatir, takut pup cair yang sedang terjadi pada Faqih adalah manifestasi alergi makanan pada si kecil.

Sebelumnya yuk cari tahu dulu mom apa Itu gangguan saluran cerna fungsional. Menurut dr. Frieda Handayani, Sp.A(K). Pada 1000 hari pertama kehidupan, bayi yang lahir harus tercukupi nutrisinya agar dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal. Namun selain faktor nutrisi seimbang, ada faktor lain yang harus dihindari anak. Yakni infeksi terutama di saluran cerna. Karena dapat menghambat proses tumbuh kembang.

Mengingat saluran cerna bayi belum tumbuh sempurna, maka seringkali terjadi gangguan saluran cerna, ada yang disebabkan oleh manifestasi alergi ada yang merupakan gangguan saluran cerna fungsional.

Walau keduanya sama sama dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Ada baiknya Kita dapat membedakannya ya Mom.

Apa Itu FGID (Gangguan Saluran Cerna Fungsional)

Gangguan Saluran Cerna Fungsional atau Kita sebut FGID adalah gejala saluran cerna kronis terjadi jangka panjang maupun rekuren ( berulang ulang) yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya baik secara structure dan Kimia.

Jadi bila diperiksa tidak ditemukan penyebabnya namun anak mengalami keluhan yang diantaranya adalah gumoh, konstipasi dan kolik ( sakit perut yang sangat hebat).

Prevelensi atau angka kejadian keluhan ini cukup besar terjadi pada bayi di awal kehidupan loh mom. 30 persen keluhan gumoh, 15 persen keluhan konstipasi, 20 persen keluhan kolik dan kurang dari 10 persen keluhan diare.

Faktor penyebab FGID ini ternyata bisa disebabkan oleh banyak hal.

1. faktor biologis

Disebabkan karena saluran cerna bayi yang belum berkembang dengan sempurna

2. Psikososial

Hubungan bayi dengan orang tuanya, pola pengasuhan orang tua.

3. Lingkungan atau budaya

Seperti pola makan, cara pemberian asi dan mpasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.