Tips Bersepeda Aman di Era Pandemic Bagi Pasien Diabetes Militus

Assalamualaikum teman teman apa kabarnya semoga sehat ya. Sekarang sudah 3 bulan aku menjalani kehidupan baru. Selain masih dalam rangka new normal. Sudah 3 bulan juga aku menjalani pola kehidupan pasien diabetes militus. Insyaallah awal Desember nanti akan menjalani test Hbac1 yang kedua. Semoga hasilnya baik.

Alhamdulillah beberapa bulan ini gula darahku sih terkontrol. Sesuai dengan himbauan dokter. Gula darah puasa rangenya antara 95-130. Gula darah 2 jam setelah makan rata rata dibawah 140 dan gula darah sewaktu dibawah 140 juga.

Selain menjaga pola makan. Aku juga aktif berolahraga setiap hari. Tiap pagi jalan pagi hingga 10ribu langkah, rabu dan sabtu ikut senam diabetasi di RS tempat aku berobat.

Sebenarnya rekomendasi dokter gizi klinis aku sebaiknya olahraganya yang low impact yakni berenang, atau sepeda statis. Tapi karena aku tidak punya kolam renang di rumah. Pilihan tinggal sepeda statis. Nah kalau sepeda statis aku takut bosan. So aku bilang saja ke dokterku kalau dirumah ada sepeda biasa. Biar nggak nambah biaya, boleh nggak sih dok sepeda biasa aja?

Alhamdulillah ternyata boleh, dengan catatan harus memperhatikan protokol kesehatan.

Dan pas banget, beberapa hari lalu aku mengikuti seminar online bertemakan ” Yuk sepedaan sehat, Aman di Era Adaptasi kebiasaan baru”. Bersama komunitas sepeda, dan direktorat promosi kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrian Kesehatan RI.

Menghadirkan narasumber sebagai berikut : dr. Riskiyana S Putra M. Kes sebagai Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Kemudian ada bapak Poetoet Sudarjanto Ketua Bike To Work Indonesia, Bapak Azwar Hadi Kusuma, selaku founder Indonesia Folding Bike Community. Serta Yosh Aditya selaku pemandu acara.

Terus terang saja menonton acara seminar online tentang bersepeda ini membangkitkan semangat ku untuk memulai kembali olahraga sepeda. Kebetulan aku punya sepeda keranjang di rumah. Apalagi mendengarkan pemaparan bapak Riski bahwa walau pun kegiatan produktif seperti bersepeda ini sangat baik untuk kesehatan. Namun dihimbau agar tetap memperhatikan protokol kesehatan demi menghindari penyebaran virus corona.

Bapak Riskiyana juga menekanan selain berkegiatan produktif, menerapkan protokol kesehatan sebagai perlindungan dengan cara 3M. Sebaiknya Masyarakat juga menambahkan 2 point penting yakni mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, istirahat yang cukup. Plus aktif berolahraga, serta mengelola stress.

Sebagai seorang penderita Diabetes Militus apa yang disampaikan oleh Pak Riski merupakan hal yang sangat beririsan dengan tips menjaga gula darah yang stabil.

Selain pola makan, kami penderita Dm juga harus aktif berolahraga, mengkonsumsi obat secara rutin, istirahat yang cukup, menghindari stress, dan hidrasi yang terpenuhi.

Olahraga aktif malah mempunyai peranan yang cukup penting dalam menjaga kestabilan gula darah. Untungnya aku masih muda, belum terkena komplikasi sehingga masih dapat memilih beragam jenis olahraga. Satu satunya kendala adalah sedikit obesitas. Makanya ketika mendapat rekomendasi untuk bersepeda. Sungguh semangatku muncul kembali dan makin yakin setelah mengikuti seminar online ini

Langsung beli sepeda baru. Biar makin rajin sepedaan

Karena di seminar ini dikupas tuntas juga bagaimana tips tetap aman bersepeda di era new normal. Kalian mau tahu kan seperti apa? Yuk terusin bacanya ya

Protokol dan Tips Aman Bersepeda di Era New Normal

Dokter Spesialis penyakit dalamku menghimbau aku untuk berolahraga di rumah saja. Mengingat aku ini Memiliki komorbid. Namun aku sampaikan ke Beliau kalau biasanya aku olahraga Masih di dalam komplek perumahan. Pagi pagi sekali saat masih sepi dan tidak beramai ramai. Ternyata yang kulakukan selama ini sudah tepat. Karena tips dan protokol kesehatan yang disampaikan oleh Bapak Azwar Hadi Kusuma dan Poetoet Soedarjanto juga demikian.

Berikut hal yang harus Kita lakukan sebelum melakukan olahraga sepeda.

1. Pastikan kondisi tubuh sehat dan bugar

Untuk pasien DM harus di check dulu kadar gula darahnya. Sebaiknya tidak dalam keadaan rendah. Karena olahraga dapat menurunkan kadar gula. Khawatir nanti terjadi hipoglikemia kalau olahraga dengan kondisi kadar gula rendah.

2. Check dan pastikan kondisi sepeda dalam keadaan baik.

Ini bener banget, karena aku pernah sepedaan dan ternyata bannya bocor halus. Posisi sudah cukup jauh dari rumah. Akhirnya jadi capek sendiri karena harus menuntun sepeda sampe kerumah.

3. Rencanakan rute bersepeda yang Aman untuk dilalui dan tidak terlalu ramai. Kalau bisa Cari yang ada jalur sepeda.

Nah kalau aku biasanya di jalan jalan komplek perumahan saja sih. Berkeliling dari blok ke blok, selain aman dari kendaraan besar. Jalannya juga landai. Selain Itu bisa bertemu tetangga

4. Atur waktu bersepeda dan jarak tempuh.

Biasanya aku bersepeda sekitar 60 hingga 90 menit. Jarak tempuh 7-10 km per hari.

5. Gunakan pakaian yang lebih tertutup Dan nyaman untuk menghindari dari penularan droplet yang menempel ke pakaian.

Sebagai perempuan berhijap, insyaallah pakaianku sudah tertutup. Ya paling menggunakan celana training supaya pakaian ga tersangkut di jari jari sepeda.

6. Siapkan perlengkapan keamanan sepeda.

Nah kalau sekarang aku belum punya. Karena biasanya juga nggak pernah mampir. Dari rumah langsung keliling komplek kemudian pulang. Ke depannya insyaallah bakal membeli rantai pengaman dll.

7. Siapkan peralatan kesehatan seperti masker cadangan, handsanitizer, air minum dengan menggunakan botol penutup.

Ini memang penting sekali. Aku pernah nggak sengaja bersin. Eh maskerku jadi kotor. Dan kebetulan saat Itu nggak bawa masker cadangan. Terus terang bingung banget. Nah sejak Itu aku selalu membawa masker cadangan kemana pun.

Selain dari 7 hal di atas, ada lagi beberapa hal lagi yang harus diperhatikan demi keselamatan dalam bersepeda di masa pandemic.

 

Hal hal berikut ini patut diperhatikan juga saat bersepeda, diantaranya

1. Usahakan bersepeda secara mandiri ya teman teman atau kelompok kecil dengan maksimal 5 orang.

Wah berarti aku selama ini sudah tepat nih, Karena sepedaannya sendirian. Xixixi Alhamdulillah rutin olahraga every single day walau nggak ada teman yang menemani.

2. Gunakan helm, kacamata, sarung tangan dan masker 2 lapis.

Kalau yang ini aku baru menggunakan helm saja, mengingat cuma sepedaan di komplek. Aku khawatir diomongin orang 😂 kalau terlalu lengkap aksesorisnya. Hahaah padahal belum tentu ya kan. Tapi kalau masker insyaallah tetap pakai. Ya kadang kalau engap, aku ganti dengan face Shield.

2. Jaga jarak aman

Ini sebaiknya dilakukan oleh teman teman yang bersepeda dalam kelompok. Aku sering lihat remaja dan ibu ibu pesepeda di komplek ku yang kalau sepedaan bergerombol. Ya nggak berani negur juga sih. Tapi semoga ada yang baca tulisanku ini ya.

3. Lakukan olahraga ringan atau pemanasan terlebih dahulu dengan durasi 30-45 menit dan lakukan aktivitas sepeda 3-5 kali per Minggu.

Nah aku selama ini paling pemanasan 10 menit, karena jarak tempuh ku juga baru sedikit. Alhamdulillah enggak kram atau pegal pegal walau aku Sepedaan 5 x seminggu. Senin dan Kamis aku cuma jalan pagi, karena sedang berpuasa.

4. Patuhi rambu rambu lalu lintas.

Ini bener banget, aku sering lihat pengendara sepeda yang slonong boy di jalanan. Padahal itu membahayakan dirinya dan pengguna jalan yang lainnya.

5. Ini tuh penting banget. Sementara waktu hindari sosialisasi di waktu istirahat.

Seperti makan dan minum bareng. Karena dapat menjadi ajang penularan paling tinggi. Sebab saat berjumpa teman kita biasanya makan dan minum sambil membuka masker. Sebaiknya makan dan minum di rumah saja dahulu.

6. Lakukan hal ini setelah selesai bersepeda.

Bersihkan diri terlebih dahulu sebelum ada kontak fisik dengan orang rumah. Bersihian sepeda, helm dan peralatan sepeda dengan cairan desinfektan, kemudian mandi dan ganti pakaian yang bersih, baru boleh kontak dengan anggota rumah yang lain.

Suamiku termasuk salah satu yang rajin ikut event bersepeda online. Gowes sendiri sendiri dan mengumpulkan point. Yang penting kan tetap olahraga agar tubuh sehat. Sementara kumpul kumpulnya secara visual dulu.

Aku juga begitu, sejak rajin bersepeda Alhamdulillah kondisi tubuh makin baik, fisik makin fit, gula darah terkontrol, mood jadi lebih baik. Dan terus terang saja event online mengenai tips aman bersepeda ini mampu menambah semangat ku dalam berolahraga terutama bersepeda. Bahkan beberapa hari lalu aku akhirnya membeli sepeda baru yang lebih nyaman digunakan untuk bersepeda.

Teman teman semoga informasi yang kusampaikan ini bermanfaat ya. Niatkan olahraga untuk menjadi makin sehat. Namun jangan abaikan protokol kesehatan supaya cuma sehat yang kita dapat. Bukan virus Corona yang keberadaannya nggak bisa kita lihat tapi korbannya bisa kita saksikan..

Salam olahraga dan jangan kendor pakai masker.

Leave a Reply

Your email address will not be published.