Pentingnya Sentuhan Ibu Sebagai Stimulus Tumbuh Kembang Sejak Awal Kehamilan

“Alhamdulillah” berkali kali ucapan syukur keluar dari bibirku. Saat dokter menyatakan kalau janin yang kukandung ada detak jantungnya. Sudah terlihat bentuknya dalam kantong kehamilan di usia kehamilan 6 week 6 day.

Masyaallah speechless. Cuma bisa mengucap syukur berkali kali. Senang banget karena kami menantikan anak sudah 10 tahun. Dulu 2017 sempat hamil tapi ternyata blight ovum. Karena Itu di kehamilan yang ini aku sangat berhati hati.

Di usia kandungan 5 week kalau dari hasil input HPHT aku sudah langsung check ke dokter kandungan. Tapi karena belom terlihat jadilah aku ulangi lagi di 2 minggu berikutnya.

Dan sekarang kehamilanku menginjak usia 9 week. Sudah 3 kali USG. Saking khawatirnya.

Padahal dokter kandungan sudah bilang selagi nggak ada tanda tanda keguguran seperti rasa nyeri atau kram perut dan flek insyaallah Aman. “Ibu fokus saja makan makanan bergizi, istirahat yang cukup dan jangan capek capek”

Nah sejak ini lah aku rajin ikut di berbagai komunitas ibu hamil,

Prinsipku ilmu dulu baru amal. Termasuk mengikuti zoom tentang sentuhan ibu yang di adakan oleh NIVEA Indonesia.

Materi yang disajikan dengan lengkap dan menarik oleh Tim dokter dan nara sumber pilihan Nivea benar benar bermanfaat bagi pari ibu. Apalagi yang lagi hamil muda sepertiku.

1000 hari pertama kehamilan sangat penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak Kita nanti. Nah tidak sekedar nutrisi saja tapi juga diberikan stimulasi sejak bayi dalam kandungan.Salah satunya melalui sentuhan ibu.

Sayang banget kalau kalian melewatkan informasi ini. Aku bersemangat sekali untuk membagikan apa yang kudapat kemarin di zoom sentuhan ibu bersama Nivea. Yuk bumil simak ya ceritaku.

Peranan Penting 1000 Hari Pertama Kehidupan Seorang Anak.

Aku mengetahui istilah ini juga baru sejak 2017. Ternyata sebagai calon orang tua kita bisa loh mengoptimalkan tumbuh kembang anak bahkan sejak dalam kandungan.

1000 HPK juga disebut sebagai periode emas. Karena tumbuh kembang anak sangat pesat di rentang waktu mulai 270 hari dalam kandungan hingga 730 hari setelah dilahirkan alias usia dua tahun.

Menurut dr. Herbowo Soetomenggolo SP.AK dokter anak spesialis syaraf

” Stimulasi untuk anak sangat penting, sejak dalam kandungan, saat lahir dan sesudah lahir”

Stimulasi disini mencakup beberapa hal. Selama ini kita hanya tahu mengenai rangsangan suara saja. Ternyata stimulasi dengan sentuhan dll juga tak kalah penting.

Lebih lanjut Pak Dokter menjelaskan, ada 4 jenis stimulasi pada bayi. Yakni Auditory, Visual, Sensory atau sentuhan dan motor/gerakan.

Yang selama ini sering dilakukan  oleh para ibu hamil adalah auditory, yakni rangsangan dengan suara. Baik dengan memutar music classic ataupun dengan berbincang dengan bayi. Nah ternyata ada bentuk stimulasi yang cukup penting juga yakni melalui sensory atau sentuhan.

Faktanya stimulasi sentuhan selama kehamilan dapat meningkatkan kognisi bayi di kemudian hari, juga membantu kepercayaan diri anak di masa depan. Namun stimulasi sentuhan selama kehamilan hanya berpengaruh bila dilakukan secara terorganisir. Sehingga bayi di dalam kandungan dapat belajar berkomunikasi, belajar hubungan timbal balik ( sosial) dan mengenal memori.

Sebelum melakukan stimulasi, orang tua yakni ibu hamil dan calon bapak harus memahami prinsip stimulasi sentuhan pada kehamilan.   Pertama lakukan pada saat bayi sudah bangun. Gunakan satu tehnik saja setiap stimulasi. Misal elus elus, atau tekan tekan pelan, tidak dianjurkan beragam.  Lakukan kegiatan tersebut secara berulang minimal 2 x per minggu.

Bagaimana dengan stimulasi sentuhan saat bayi lahir? Stimulasi bisa dilakukan dengan inisiasi menyusui dini.  Menempelkan bayi skin to skin ke ibu untuk pertama kali sejak dilahirkan dipercaya dapat melepas hormon oksitosin.

Berikutnya stimulasi sentuhan dapat lanjut dilakukan pada bayi sesudah lahir.  Seperti kegiatan memeluk atau mengayun, facilitated tucking, pijat bayi, skin to skin dan metode bayi kangguru.

Bahkan metode bayi kangguru dipercaya dapat menyelamatkan bayi prematur. Selain Itu membantu bayi mengurangi nyeri akibat Adaptasi ke lingkungan. Membantu menjaga kadar gula, kadar oksigen, kerja jantung dan paru paru, menjaga suhu tubuh serta membantu meningkatkan keberhasilan pemberian asi. Wow banyak sekali ya manfaatnya bun.

Apa sih manfaat stimulasi sentuhan pada bayi?

Ternyata memberi pengaruh pada kebaikan berat badan menjadi lebih baik.  Membantu mempersingkat perawatan saat lahir. Membantu tidur bayi menjadi lebih baik. Tentu saja ini juga berimbas pada jam istirahat ibu. Bayi nyenyak, ibu juga jadi nyenyak. Mengurangi level stress dan kecemasan ibu dan bayi. Memperkuat imunitas. Serta dapat meningkatkan kemampuan sosial dan bicara bayi di masa depan.

Nah bagaimana cara melakukan stimulasi?  Menurut dokter Herbowo, kuncinya ada pada Waktu memulai stimulasi dan intensitas. Semakin dini memulai sentuhan hasil yang didapat tentu Akan lebih baik karena jangka waktu yang lebih panjang.  Nah stimulasi yang intensif dan konsisten tentu akan memberikan hasil yang lebih besar.

Uhuy aku seneng banget mendengar ini. Karena aku bisa mempraktekkannya langsung mulai dari usia kehamilanku yang baru 9 week.

Eits tapi ada catatan penting dari Pak Dokter loh ya. Bahwa setiap individual walau melakukan stimulasi yang sama tentu saja dapat menghasilkan kemajuan yang berbeda.

Stimulasi hendaknya memanfaatkan keterpaduan antara keluarga, seperti orang tua, kakak, saudara, dan orang orang di lingkungan lainnya. Dan stimulasi ini perlu dukungan yang berkelanjutan dan konsisten ya Gaes.

Nivea memahami pentingnya Sentuhan Ibu sejak awal Kehamilan.

Dokter spesialis kulit, dr. Nana Novia Jayadi, SpKK mengatakan, “Ada dua kategori umum perubahan kulit selama kehamilan yaitu perubahan kulit fisiologis dan masalah kulit spesifik. Kulit ibu dapat mengalami berbagai perubahan seperti stretch marks di daerah perut, flek hitam di wajah serta peningkatan produksi kelenjar minyak yang dapat memicu jerawat. Perubahan hormon yang terjadi juga dapat menyebabkan kulit kehilangan elastisitas dan kelembaban. Hal ini menyebabkan tidak sedikit ibu hamil yang mengeluhkan kulit menjadi kering dan gatal. Pasca melahirkan, kondisi ini dapat berlanjut bahkan memburuk jika ibu berada dalam keadaan stres dan kelelahan.

Rutinitas self-care selama hamil yang digabungkan dengan aktivitas seperti mendengarkan musik bisa menjadi salah satu cara untuk merawat kondisi kesehatan kulit sang Ibu sekaligus merangsang stimulasi sang bayi. Setelah bayi lahir, rutinitas perawatan kulit bisa dilakukan bersama dengan anak untuk mempererat bonding antara ibu dan anak. Sebagai ibu baru, lakukan perawatan kulit dasar seperti mandi dan mencuci wajah menggunakan cleanser yang lembut 2 kali sehari, menggunakan pelembab berbahan aman seperti Glycerin dan tabir surya secara teratur sehingga kesehatan kulit tetap terjaga. Berbeda halnya dengan orang dewasa, kulit anak sangat lembut dan sensitif, karenanya sebaiknya pilih produk skincare yang tidak mengandung pewarna, pengawet atau pengharum yang terlalu menyengat, dr. Nana menambahkan.

Agar proses bonding dapat berjalan dengan baik, NIVEA mengajak para ibu untuk melakukan Rutinitas #SentuhanIbu yang mengkombinasikan perawatan kulit ibu (self-care) dan perawatan kulit ibu bersama anak (shared care) dengan menggunakan NIVEA Crème, pelembab ikonik dari NIVEA yang diperkaya dengan Eucerit dan Glycerin yang berfungsi melindungi kulit, menjadikannya tetap lembab serta memberikan sensasi kelembutan layaknya sentuhan yang diberikan oleh ibu. Sebagai pelembab harian untuk kulit wajah dan tubuh, NIVEA Creme telah diuji secara dermatologis aman untuk orang dewasa serta anak-anak.

“Memahami besarnya manfaat dari sentuhan seorang ibu terutama bagi anak, melalui NIVEA #SentuhanIbu 2020, kami berharap semakin banyak wanita di Indonesia khususnya para ibu yang melakukan Rutinitas #SentuhanIbu sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri sekaligus untuk membangun bonding dengan anak, tutup Diana.

Leave a Reply

Your email address will not be published.