Isi piringku tanamkan pola makan sehat sejak dini

Dulu saat belum ada pandemi corona, dan anak anak masih masuk sekolah. Aku pernah melihat adik adik kecil seusia sekolah dasar. Menenteng kantung kantung plastik berisi jajanan.

Yang membuat aku kaget, isi kantungnya Itu rata rata penganan yang terbuat dari tepung. Tepatnya tepung tapioka. Ya diolah bermacam macam. Hampir semuanya digoreng dan diberi perasa gurih secara berlebihan. Makanya anak anak suka banget. Aku juga suka sih. Gurihnya nagih.

Tapi pertanyaannya aman nggak sih? Sehat nggak sih?. Kita pasti bisa jawab sendiri ya dalam hati masing masing. Sayang banget kan kalau anak anak usia sekolah ini menu jajannya kurang bergizi. Dan hampir mayoritas hanya berupa karbo. Nggak ada zat gizi lainnya.

Padahal usia mereka Itu lagi butuh butuhnya banyak zat gizi mikronutriens karena sedang masa pertumbuhan dan perkembangan. Sayangnya lagi salah satu permasalahan gizi anak Indonesia saat ini adalah stunting, atau berperawakan pendek yang disebabkan oleh kondisi kekurangan zag mikronutriens sehingga menyebabkan pertumbuhan fisik tidak sesuai dengan umur.

Nah stunting ini jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan banyak dampak buruk di masa mendatang. Apalagi anak anak yang hidup di Masa sekarang, akan jadi usia produktif di 100 tahun Indonesia yakni 2045 nanti.

Selain berdampak buruk bagi kualitas SDM juga berimbas pada ekonomi. Stunting dapat menimbulkan kerugian Ekonomi sebesar 2-3 persen dari PDB atau produk domestic bruto per tahun bagi suatu negara.

Ada nggak sih yang bisa Kita lakukan sebagai seorang ibu? Buat menyelamatkan anak anak generasi emas ini?. Tentu saja ada. Hal ini aku dapatkan dari mengikuti webinar mengenai festival isi piringku yang diadakan oleh sebuah perusahaan yang peduli dengan lingkungan dan Nutrisi. Yakni Danone Indonesia. Beberapa hari lalu. Yuk Kita simak bagaimana caranya?

Festival Isi Piringku, Danone Peduli Stunting

Acara yang diadakan secara daring pada tanggal 26 Februari 2021 ini. Melibatkan banyak narasumber keren. Para guru paud, ibu rumah tangga, blogger, dan mahasiswa kesehatan. Hasil rekaman Webinar ini pun sebenernya bisa Kita ulang tonton melalui Youtube Danone.

Dengan tema ” Membangun Generasi Sehat melalui edukasi gizi seimbang sejak dini” kegiatan webinar ini mengajak ribuan guru serta anak Indonesia. Untuk mengingatkan orang orang terkait seperti guru, orang tua dan anak tentang pentingnya gizi seimbang sejak dini sebagai salah satu langkah penting pencegahan stunting.

Aku teringat setahun lalu mengunjungi salah satu paud yang ada di lingkungan pabrik Danone, sudah menerapkan isi piringku sebagai cara makan anak paud sehari hari. Dengan porsi makan berisi lauk pauk gizi seimbang, lengkap dengan karbohidrat, buah dan sayur sebagai sumber serat.  Bahkan kabarnya para orang tua dari murid murid paud ini menyisihkan 1000 rupiah per hari sebagai urunan agar anak anak mereka yang bersekolah di Paud tersebut dapat makan siang dengan Isi Piringku.

Narasumber yang hadir dalam webinar Festival Isi Piringku ini antara lain adalah, Ibu Vera Sugijanto sebagai VP general secretary Danone Indonesia. Dr Rr Dhian Proboyekti Dipo, SKM, MA, Direktur Gizi Masyarakat dari Kementerian Kesehatan RI.

Juga ada Ir. Harris Iskandar, PhD, Widya Prada Ahli Utama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.  Prof, Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, M.SI, Ahli Gizi dan ketua Tim pengembang modul isi piringku, Department gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institute Pertanian Bogor. Dan tak lupa  Bapak Karyanto Wibowo, Direktur Sustainable development Danone Indonesia serta ibu Lisnawati sebagai narasumber guru PAUD.

Cegah Stunting Sejak Dini dengan Gizi dan pola asuh

Berdasarkan survei status gizi balita Indonesia 2019, kasus stunting lebih banyak terjadi pada Masyarakat kurang mampu. Hal ini selain dikarenakan informasi dan edukasi yang kurang, juga ketidakmampuan memenuhi kebutuhan bahan makanan beragam gizi. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan stunting ini terjadi pada siapa pun. Jika ibu hamil dan keluarga tidak memiliki pengetahuan yang memadai dalam pengasuhan anak dan pemenuhan gizi sejak dalam kandungan.

Untuk itulah melalui Ibu Dhian Dipo dalam acara webinar kemarin. Beliau menyampaikan bahwa Kemenkes menyambut baik inisiatif pihak swasta dalam upaya mencegah stunting di Indonesia. Seperti sosialisasi program kampange edukasi isi piringku. Dimana edukasi gizi ini menjadi sangat penting karena diharapkan dapat memberi pengetahuan dan pelayanan ibu dalam pembedian makan bayi dan anak (PMBA) yang bergizi seimbang dan divisualisasikan dalam ISI PIRINGKU untuk sekali makan.

Menyambut baik sosialisasi isi piringku ini, Prof Dr. ir. Sri Anna Marliyati dari Dept Gizi Masyarakat FEMA IPB, menyampaikan bahwa banyak tantangan yang dihadapi oleh orang tua dan guru PAUD dalam membiasakan konsumsi pangan yang sesuai dengan Gizi seimbang pada anak anak. Apalagi sekarang Masa pandemi dimana anak anak akan mudah bosan di rumah saja.

FYI Fema IPB bekerja sama dengan Danone telah mengembangkan buku mengenai Isi piringku yang diharapkan dapat jadi pegangan dan pedoman orang tua dan guru PAUD untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak di rumah.

Yuph Danone selama ini telah banyak melakukan kerjasama dan sosialisasi tentang Isi piringku sebagai Mitra pemerintah dalam program penanggulangan stunting.  Dimana Danone Indonesia telah Membangun pengetahuan mendalam tentang kebiasaan makan dan minum bergizi seimbang melalui pembuatan buku panduan, pelatihan guru paud, orang tua sides maupun kegiatan edukatif untuk anak di rumah.

Seperti yang disampaikan oleh Bapak Karyanto Wibowo sebagai Direktur Sustainable development Danone Indonesia. ” Festival Isi Piringku ini dikhususkan until anak usia 4-6 tahun. Merupakan salah satu kontribusi nyata dari Danone Indonesia dalam membantu Pemerintah mensosialisasikan panduan isi piringku, agar masyarakat Indonesia semakin paham dan dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari hari.”

“Bagi Danon, Edukasi seperti ini penting dilakukan karena pandemi telah banyak mempengaruhi sektor kehidupan Masyarakat. Tak terkecuali sektor pendidikan.  Diharapkan melalui festival Isi Piringku ini, orang tua dapat tetap memberikan pemenuhan gizi seimbang kepada anak agar daya tahan tubuh dan tumbuh kembangnya dapat optimal” lanjut beliau.

Alhamdulillah sejak tahun 2018 hingga 2020 Danone Indonesia telah berhasil mendeslominasikan buku panduan isi piringku ke 2.746 PAUD. 6.377 Guru, 75.915 orang tua dan 81.162 Siswa.

Nah seperti apa sih panduan isi piringku Itu? Teman teman bisa membacanya langsung di link tulisanku berikut ini. Disini sudah tertulis lengkap aturan dan penjelasannya. Bisa langsung di klik ya

Isi piringku 

Oke baiklah teman teman sampai disini dulu ceritaku mengenai webinar Festival Isi Piringku 2021. Kalau kalian Masih penasaran kalian bisa juga menyaksikan langsung rekaman Webinarnya melalui link youtube berikut.   Cus langsung di klik saja ya. Dan sampai jumpa lagi di tulisanku berikutnya.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.