Danone AQUA luncurkan Akses Gratis Modul Pembelajaran Samtaku

Pernah lihat nggak postingan di sosial media, tentang bagaimana kotornya sebuah kamar kos kosan putri yang ditinggalkan oleh penyewanya. Sungguh sangat membingungkan. Karena mengingat biasanya anak perempuan itu cenderung lebih rapi dan tidak berantakan.

Ilustrasi sampah di kos Kos an

Tapi ini kos kos an yang disewa penuh sampah sisa makanan maupun sampah plastik kemasan. Euw jijik 🙄.

Kadang kita melihat sampah yang berserakan di pinggir jalan saja sudah jijik ya apalagi sampah yang memang cuma dibuang begitu saja di dalam rumah terkumpul dan kotor. 🙄 Nggak kebayang bakteri, Khamir, virus yang hidup dan bersemayam di situ.

Kok bisa ya? Apa nggak diajarkan sejak kecil? Kamu juga berpikiran yang sama kan denganku? Apa nggak dibiasakan menjaga kebersihan sejak kecil?

Nah makanya pas Danone Aqua mengadakan Konferensi Pers mengenai Samtaku, Sampahku Tanggung Jawabku. Aku langsung teringat kejadian di kos kos an itu.

Webinar peluncuran Modul Digital samtaku

Wah langkah kolaborasi Danone dan sekolah.mu ini harus disebarluaskan. Biar banyak orang tua, sekolah dan guru dapat memanfaatkannya. Biar apa? Biar dapat mengajari para anak anak kita generasi masa depan tentang pentingnya bertanggung jawab terhadap sampah diri sendiri. 🙏🏻

Yuph kebiasaan mau enak sendiri dan nggak mau repot sedikit jadi salah satu penyebab kebiasaan buang sampaj di Indonesia masih sangat tinggi. Lihat saja di jalanan, di pantai, di tempat tempat umum. Di kali dan sungai. Orang orang kita cenderung dengan santai dan tanpa beban buang sampah, membuang ingus, dahak, batuk dimana saja. Tanpa memikirkan orang lain.

Padahal jelas, yang menurut mereka cuma sekedar membuang sampah sembarangan itu kalau semua orang melakukan hal yang sama. Tentu saja jadi membahayakan orang lain dan lingkungan sekitar. Selain jadi kotor, memancing pertumbuhan mikroba dan polusi, juga bisa membuat banjir. Ntar nyalahin gubernur kalau banjir. Padahal pelakunya kita sendiri.

Hal ini nggak bakal usai, kecuali kita memotong mata rantainya. Caranya? Ya dengan mengajari generasi terkecil supaya terbiasa menjaga lingkungan. Untuk tujuan itu Danone Aqua bekerjasama dengan sekolah.mu meluncurkan program digital bertajuk Samtaku ” Sampahku Tanggung Jawabku” acara ini juga sekaligus memperingati hari pendidikan nasional.

Acara yang dipandu oleh kakak cantik Novita Angie ini diadakan secara daring melalui Webinar dan di isi oleh narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing diantaranya adalah : Intan Kartika Brand Director Aqua, ada juga ibu Ratih Anggraeni Head Of Climate and Water Stewardship Danone-Indonesia, Nausea Shihab selaku Founder Sekolah.mu serta bapak Juremi Perwakilan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Mengenal Program SamTaKu

Program yang digulirkan oleh Sekolah.mu bekerjasama dengan Danone Aqua ini bisa diakses secara digital oleh para tenaga pendidik dan orang tua.

Program ini memberikan pemahaman tentang pentingnya bertanggung jawab terhadap lingkungan. Diharapkan melalu modul digital anak anak dapat tetap mengakses pembelajaran dan kegiatan edukasi yang bermanfaat.

Menurut ibu Ratih Anggraeni Head Of Climate And Water Stewardship Danone Indonesia ” modul sampahku Tanggung jawabku berisi materi materi tentang pengolahan sampah yang dikemas dengan interaktif dan inovatif, sehingga dapat memberikan pemahaman ke anak tentang sampah, siapa yang menghasilkan sampah, jenis sampah apa saja, dampak sampah dibuang sembarangan dll”

Modul pembelajaran tentang Samtaku juga dibagi menjadi 2 kategori. Yaitu materi bagi anak usia PAUD dan anak usia SD, yang dilengkapi dengan video edukasi yang menarik, kegiatan interaktif seperti menyanyi bersama, praktik mandiri dan juga terdapat panel diskusi.

Dalam akhir program modul pembelajaran ini anak anak juga akan diminta melakukan aksi nyata dan praktek langsung hasil belajar berupa membuat biopori dan menceritakan proses pembuatannya. Seluruh hasil anak akan didokumentasikan pada portofolio yang dapat dijadikan referensi untuk penilaian perkembangan anak baik di rumah maupun di sekolah.

Serunya lagi modul pembelajaran ini dapat diakses siapa saja, selamanya secara gratis loh.

Ibu Intan Ayu Kartika, Brand Director Aqua juga menambahkan bahwa Modul Pembelajaran Samtaku ini merupakan wujud komitmen Aqua dalam mengatasi masalah lingkungan dan sampah di Indonesia. Dan ini juga terkait program kampanye Aqua #Bijakberplastik yang juga menjadi salah satu pilar edukasi.

Dahulu modul pembelajaran ini dirilis dalam bentuk buku pada tahun 208 namun sejak Indonesia dan dunia mengalami krisis Pandemi Covid 19, Aqua berinisiatif mengubah modul pembelajaran dari bentuk hardcopy menjadi softcopy digital yang lebih berkualitas, menarik dan mudah diakses.

Bahkan Bapak Jumeri selaku Direktur Jenderal Pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah Kemendikbud RI mengatakan, bahwa Pemerintah sangat menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam upaya memajukan pendidikan sejak dini. Semoga kolaborasi Aqua dan Sekolah.mu menginspirasi banyak perusahaan lain untuk berbuat hal yang sama di masa depan. 🙏🏻

Bravo Danone dan Sekolah.mu dari langkah awal melalu modul pembelajaran Samtaku semoga dapat memotong rantai kebiasaan buruk Warga Indonesia yang suka buang sampah sembarangan.

Cara mengakses Modul Pembelajaran secara gratis

Dan di akhir webinar, diinformasikan link untuk mengakses e-learning ini secara gratis melalui website sekolah.mu atau langsung klik link berikut.

Download disini

PAUD.

http://www.sekolah.mu/program/sampahku-tanggung-jawabku-paud

SD

http://www.sekolah.mu/program/sampahku-tanggung-jawabku-sd

Cus yuk teman teman manfaatkan dan jangan lupa bantu share ya 🙏🏻 terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.