Tips Rajin Menabung Untuk Nasabah Bijak

Sungguh aku merasa termotivasi dengan pencapaian banyak teman teman yang Masih muda tapi tabungannya tetap banyak.

Ditengah situasi hedonism yang tengah tinggi saat ini. Masih ada loh yang mau mengusahakan menabung.

Apakah yang bisa menabung hanya orang yang banyak uang? Oh tentu tidak. Menabung adalah peruntukan orang orang yang ingin menyimpan uangnya dalam jangka waktu tertentu. Nggak harus sudah banyak uang. Yang penting adalah niat dan mindset.

Biasanya sih orang menabung karena punya tujuan tertentu. Nah beberapa tujuanku menabung adalah sebagai berikut :

1. Memiliki dana darurat

Yup semenjak sering mengikuti pelatihan keuangan. Jadi sadar banget ternyata keluarga karyawan seperti kami ini perlu memiliki dana darurat. Sejak itu kami mulai menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk dana darurat.

Alhamdulillah sudah tercapai dan insyaallah tidak dikotak katik. Biasanya dana ini disimpan dalam bentuk deposito.

2. Memenuhi kebutuhan di masa mendatang.

Terus terang sebagai generasi sandwich. Pernah merasakan sangat amat repot mengatur keuangan. Atas bawah semua butuh uang. Maka ketika penghasilan bertambah dan anak terlahir ke dunia. Kami berniat agar kelak di masa tua sudah punya tabungan sendiri. Supaya anak nanti bisa fokus hanya ke anak dan istrinya.

3. Mencapai goal tertentu

Memiliki anak di usia 35+ membuat kami berdua berpikir bagaimana caranya anak nanti bisa kuliah dengan baik walau misalkan orang tuanya sudah masuk masa pensiun. Tabungan pendidikan menjadi salah satu pertimbangan kami sejak bayi lahir ke dunia. agar kelak dia membutuhkan biaya untuk pendidikannya insyaallah sudah disiapkan.

Selain itu kami juga sempat menabung untuk modal usaha sampingan. Alhamdulillah sudah bisa ambil franchise auto pilot dengan harapan uang yang dimiliki dari kerjaan sebagai karyawan dapat diperpanjang manfaatnya dan menghasilkan uang tambahan dari bagi hasil usaha.

4. Cash flow lebih sehat

Dengan rajin menabung. Jadi terbiasa mengatur keuangan. Mengatur pos pos keuangan. Bisa jadi smart buyer karena think before buying.

Bukan pelit, tapi cermat. Tetap bisa rekreasi, sesekali makan makan di luar bersama keluarga. Tetap bisa piknik. Namun tabungan tetap sudah disiapkan.

Yang dihilangkan hanya part hura hura. Tidak Membeli barang karena gengsi, membeli barang karena fungsi. Lebih menghargai hasil kerja keras.

Nah setelah memiliki tujuan dan mampu mulai menabung. Ada hal yang harus kita lakukan. Jangan sampai kita susah payah menabung. Orang lain yang menikmati.

Amit amit jangan sampai kita terkena kejahatan siber, tabungan kita hilang. Huhuhu astaghfirullah, Jadilah nasabah yang bijak.

Yuk Jadi Nasabah Bijak

Kalau versi aku pribadi nasabah bijak itu adalah seperti ini.

1. Jangan Pamerin Nominal Tabunganmu

Orang lain tahu kamu punya tabungan ya nggak papa. Tapi tidak usah tahu tabungan di mana, bank apa, nominalnya berapa. Karena bisa memancing orang di sekitarmu untuk berbuat jahat. Salah satunya minjem tapi tidak kembali. Ini kan jahat juga. Benar tidak?

Nah kalau kejahatan siber yang acak sih tidak pengaruh ya. Mau kita diam diam pun. Kalau terkena secara random bisa saja.  Cuma kita bisa tetap hati hati.

2. Jangan Beri Tahu informasi Pribadi

Pernah baca tentang informasi pribadi yang dicuri di Instagram. Karena iseng menjawab pertanyaan melalui filter IG story? Yes waktu Itu marak sekali kejadian seperti ini.

Apa saja sih yang termasuk informasi pribadi? Username aplikasi, kemudian nama ibu kandung, nomor kartu debit, no indentitas, pin, mpin dan lain lain.

Hal ini berlaku pula baik secara Lisan, maupun di social media.

3. Hiraukan SMS, telepon tidak dikenal, info undian berhadiah.

Waktu itu salah satu teman, cerita kalau tabungan orang tuanya dikuras habis oleh scammer. padahal itu adalah tabungan pensiunan ortu beliau. Kita yang mendengar cerita tersebut. Ikut bersedih. Membayangkan tabungan yang susah payah dikumpulin. Tiba tiba sirna tak bersisa.

Kita harus teliti sebelum mengklik link atau tautan apapun yang dikirim oleh orang lain, terutama yang tidak kita kenali. Kemudian bagi yang memiliki orang tua ( manula) dampingi beliau dalam setiap aktivitas perbankannya.

Himbau agar orang tua kita selalu mengabari/ menginfokan terlebih dahulu bila mendapat informasi/link yang mengatas namakan perbankan. Agar dapat dicheck terlebih dahulu kebenarannya oleh anak atau generasi yang lebih muda.

4. Hanya Terima Konfirmasi Melalui Akun Resmi Bank

Sekarang marak kejahatan siber yang mengatasnamakan bank. Baik melalui no WhatsApp, telepon, email, message undian.

Biasanya penipuan diiming imingi dengan undian berhadiah, info perubahan tarif transfer, tawaran jadi nasabah prioritas. Bahkan akun layanan konsumen palsu yang sering mengatas namakan penyuluh digital bank tersebut.

Catat akun resmi social media, no layanan resmi bank yang sesuai. Kalau perlu download aplikasi no hape agar ketauan siapa yang menelepon. No hape yang tidak kita kenal muncul nama pemiliknya di layar.

Semoga dengan langkah langkah yang kita lakukan diatas. Kita terhindar dari yang namanya penipuan. Alhamdulillah aku rajin pantau akun Instagram @nasabahbijak dari BRI disana banyak informasi tentang bagaimana caranya terhindar dari penipuan perbankan secara siber.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.